RSS

Cara Mencegah Kepikunan/Dementia

01 Mei

Gambar

Seperti diketahui, di samping penyakit jantung, stroke, maupun diabetes melitus,pikun juga semakin sering menjadi ancaman hari tua kita.
Pikun  atau Dementia ini apalagi sampai pada tingkat Alzheimer membuat Anda akan lupa semuanya, tidak hanya anak dan istri/suami, bahkan juga diri Anda sendiri.
Jangankan untuk anda mengurus Orang lain, Anda sedikit pun tidak akan mampu mengurus diri sendiri, bahkan hingga dalam hal-hal yang mendasar.

Terdapat banyak faktor yang menjadi penyebabnya, diantara lain genetik serta pengaruh lingkungan. Akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana gaya hidup Anda. 
Gaya hidup lah yang akan lebih menentukan, Anda akan dirundung penyakit-penyakit terkait dengan penuaan atau tidak.


Otak Anda tidak mungkin tetap cemerlang, muda atau mengharapkannya tetap sehat di hari tua, bila mulai sekarang Anda tidak menjaga, memelihara, atau memberi nutrisi yang baik. Otak seperti halnya otot, makin sering Anda gunakan maka semakin lama Anda akan tetap dapat menggunakannya. maka peliharalah otak Anda. Sebagaimana anggota tubuh anda yang lain agar tetap bugar, Anda harus menjaga dan memeliharanya. Otak juga demikian.

Dengan Melatih Otak

Seperti Hal nya Otot, seiring dengan bertambahnya usia, bila tidak digunakan akan mengecil. Maka, Otak juga demikian. Bila dibiarkan otak Anda menganggur, maka dia akan mengkerut. Kalau otot mengecil, mudah dilihat dengan kasat mata. Otak yang mengkerut, dapat dilihat dari menurunnya fungsi intelektualitas Anda. Salah satunya adalah daya ingat Anda, misalnya jadi pelupa, tidak mudah ingat hal-hal yang baru, sulit dalam mempelajari sesuatu atau melakukan sesuatu yang biasanya sangat mudah untuk Anda lakukan.

Menurut penelitian, belajar hal-hal baru dan melakukan sesuatu yang lama tetapi dengan cara-cara yang berbeda, dapat menjaga otak kita tetap sehat dan muda.

Tidak seperti otot, otak mudah mengalami kejenuhan. Jika otot kita tetap akan  berkembang, walau kita melakukan gerakan yang sama terus menerus, tetapi otak tidak!

Melatih Otak dengan membaca maupun menulis adalah salah-satu solusinya.

Dokter Spesialis Syaraf Rumah Sakit Martha Friska Medan.Budi Santoso di Medan mengatakan pada prinsipnya semakin tua seseorang akan semakin besar risiko pikun, namun jika otak dilatih sejak dini, maka pikun atau dementia bisa diatasi.

“Melatih otak dengan membaca atau melakukan pekerjaan yang berbeda setiap hari dapat mencegah dementia ini. Intinya, gunakan otak setiap hari, jika tidak ingin pikun, maka gunakan otak sebaik-baiknya,” katanya 

Ia mengatakan setiap orang berpotensi dementia bahkan beberapa orang memiliki kesempatan lebih tinggi daripada yang lain, untuk itu yang terbaik orang bisa lakukan adalah mencoba untuk mengurangi faktor risiko.

“Di Indonesia, masyarakat dengan usia 65 tahun ke atas, sekitar 15 persen menderita dementia dan penderita dementia di usia 95 tahun sekitar 50 persen. Jumlah ini sebenarnya bisa dikurangi dengan melatih otak sejak dini,” katanya.

Menurut dia, demensia bukan nama dari suatu penyakit tertentu, namun merupakan istilah untuk menggambarkan sekelompok gejala yang dapat disebabkan oleh beberapa kelainan pada otak. 

Seseorang yang mengalami dementia, akan mengalami penurunan fungsi intelektual sehingga aktivitas sosialisasinya akan terpengaruh. Penderita dementia juga akan kehilangan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan menjaga emosi.

“Beberapa penyakit yang menyebabkan gejala dementia adalah alzheimer, vascular dementia, dan lainnya. Dementia umum diderita orang yang lanjut usia, namun penyakit ini bukan merupakan bagian dari proses penuaan yang normal,” katanya.

Kenapa membaca ataupun menulis dapat mengurangi kemungkinan Pikun?
Alasannya adalah Respons Otak dan Perasaan senang yang ditimbulkan, jika kita membaca maka kita melatih motorik kita akibat perintah dari Otak, maka Otak itu dipastikan akan terus berkembang, 
Sedangkan Menulis punya multi Fungsi sebab melibatkan Otak dan Perasaan.
Contohnya ketika anda menuliskan sesuatu yang berguna buat orang lain, imbal baliknya adalah tulisan anda dibaca dan ditanggapi banyak orang, maka timbullah interaksi, reaksi dan sebagainya, dengan demikian tentunya anda sangat senang bukan..?
Perasaan senang dan puas ketika kita dapat berbagi dengan orang lain, pasti akan membawa efek positif pada otak kita.

Ketika kita merasa senang, bahagia, puas, bahkan diyakini bermanfaat bagi orang lain, maka suasana hati demikian akan menyebabkan hormon kebahagiaan akan melimpahi aliran darah Anda. Stres anda berkurang, dan otak Anda juga jadi lebih sehat.

Jadi, ini alasannya mengapa tidak segera saja kita menulis sesuatu?
Anda setuju kan???

Semoga Bermanfaat.

Terimakasih ya Udah mampir.

Jika sudi tinggalkanlah sedikit komentar dari anda.

Wassalam


Sumber: http://tgpbelajarjurnalistik.wordpress.com
              http://caraobat.blogspot.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 1, 2013 in Kesehatan, Uncategorized

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: